.

Muhammad Imam Nawawi, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia

Sabtu, 06 Agustus 2011

Lampira

DAFTAR PUSTAKA

Biriloute. 1975. Pemeliharaan Kelinci. Penerbit Kasinius : Yogyakarta.

Departemen Farmakologi dan Terapeutik. 1995. Farmakologi dan Terapi Edisi IV . UI Press : Jakarta.

Departemen Farmakologi dan Terapeutik. 2007. Farmakologi dan Terapi Edisi V. UI Press : Jakarta.

Dick George. 1995. Imunisasi dalam Praktik. Jakarta : Hipokartes.

Djamhuri, Agus. 1990. Sinopsis Farmakologi. Hipokrates : Jakarta.

Hardjasaputra P, Budipranoto G, Sembiring dan Kamil I. 2002. Data Odat di Indonesia. Grafidian Medipress : Jakarta.

Haryanto W. 1991. Mengapa kita demam. Penerbit Arcan : Jakarta.

Hustamin, R. 2006. Panduan Memelihara Kelinci Hias. PT Agro Media Pustaka: Jakarta.

Mursito B. 2002. Ramuan Tradisional Untuk Kesehatan Anak.. PT. Penebar Swadaya, Anggota IKAPI. Jakarta

Santoso B.H. 1998. Toga II. Penyembuh; Cacingan; Demam; Mencret; TBC. Kanisius. Yogyakarta

Sarwono, B. 1990. Beternak Kelinci Unggul. Penebar Swadaya : Jakarta.

Soeparman. 1987. Ilmu Penyakit Dalam. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia : Jakarta.

Suhardiman p. 1994. Bertanam Kelapa Hibrida. PT. Penebar Swadaya, Anggota IKAPI. Jakarta

Sukandar, E. Y, dkk. 2008. Iso Farmakoterapi. PT. ISFI : Jakarta.

Yahya L. dan Nasution HR. 1993. Pengantar Farmakologi. PT. Pustaka Widyasarana : Medan

http://id.wikipedia.org/wiki/Kelapa (Juli 2011)

http://www.smallcrab.com/kesehatan/204-air-kelapa-segar-dan-sarat-khasiat- (Juli 2011)








LAMPIRAN









Lampiran 1

Data hasil penelitian


1. Data hasil penelitian

Sediaan

Replikasi

Berat

Volume

Suhu

Awal

Suhu

demam

Pengukuran suhu menit ke-


badan (Kg)

pemberian (mL)

30

60

90

120


PCT

1

1,5

12

37,0

41,0

39,0

38,0

37,0

37,0


2

1,5

12

38,0

40,0

39,0

36,0

38,0

37,0


3

1,8

14,4

38,0

40,0

39,0

38,0

37,0

36,0


Σ

4,8

38,4

113,0

121,0

117,0

112,0

112,0

110,0


Rata – Rata

1,6

12,8

37,7

40,3

39,0

37,3

37,3

36,7


Air Kelapa 10%

1

1,7

13,6

37,0

40,0

39,0

38,0

37,0

37,0


2

1,4

11,2

37,0

40,0

39,0

38,0

38,0

38,0


3

1,3

12

37,0

39,0

39,0

38,0

37,0

37,0


Σ

4,4

36,8

111,0

119,0

117,0

114,0

112,0

112,0


Rata - Rata

1,5

12,3

37,0

39,7

39,0

38,0

37,3

37,3


Air Kelapa 50%

1

1,5

12

37,0

40,0

38,0

38,0

37,0

36,0


2

1,5

12

37,0

41,0

39,0

38,0

38,0

37,0


3

1,4

11,2

37,0

41,0

40,0

37,0

38,0

37,0


Σ

4,4

35,2

111,0

122,0

117,0

113,0

113,0

110,0


Rata - Rata

1,5

11,7

37,0

40,7

39,0

37,7

37,7

36,7


Air Kelapa 100%

1

1,4

11,2

37,0

40,0

39,0

38,0

37,0

37,0


2

1,5

12

38,0

40,0

39,0

37,0

37,0

36,0


3

1,7

13,6

37,0

41,0

40,0

39,0

38,0

37,0


Σ

4,6

36,8

112,0

121,0

118,0

114,0

112,0

110,0


Rata - Rata

1,5

12,3

37,3

40,3

39,3

38,0

37,3

36,7
















Lampiran 1




2. Frekuensi penurunan suhu setiap perlakuan

Perlakuan

Frekuensi

Berat kelinci

Suhu normal

Suhu demam

Kenaikkan suhu (oC)

Suhu setelah perlakuan

Penurunan suhu (oC)


PCT

1

2

3

1,5

1,5

1,8

37,0C

38,0C

38,0C

41,0C

40,0C

40,0C

3,0C

2,0C

2,0C

37,0C

37,0C

36,0C

4,0C

3,0C

4,0C


Rata-rata

1,6

37,7C

39,7C

2,3C

36,7C

3,7C


Air Kelapa 10%

1

2

3

1,7

1,4

1,3

37,C

37,0C

37,0C

40,0C

40,0C

39,0C

3,0C

3,0C

2,0C

37,0C

38,0C

37,0C

3,0C

2,0C

2,0C


Rata-rata

1,5

37,C

39,7C

2,7C

37,3C

2,3C


Air Kelapa 50%

1

2

3

1,5

1,5

1,4

37,0C

37,0C

37,0C

40,0C

39,0C

39,0C

3,0C

2,0C

2,0C

36,0C

37,0C

37,0C

4,0C

4,0C

4,0C


Rata-rata

1,5

37,0C

40,7C

2,3C

36,7C

4,0C


Air Kelapa 100%

1

2

3

1,4

1,5

1,7

37,0C

38,0C

37,0C

39,0C

40,0C

40,0C

2,0C

2,0C

3,0C

37,0C

36,0C

37,0C

3,0C

4,0C

4,0C


Rata-rata

1,5

37,3C

40,3C

2,3C

36,7C

3,7C



Lampiaran 2





1. Diagram frekuensi penurunan suhu setiap perlakuan


2. Persentase penurunan suhu setiap perlakuan


Lampiran 3




Lampiran 2

Perhitungan Dosis

1. Perhitungan Paracetamol Tablet

a. Dosis untuk manusia = 500 mg/70 kg BB manusia

b. Angka konversi manusia ke kelinci = 0,07

c. Berat Standar kelinci = 1,5 – 2,5 kg

d. Volume pemberian untuk BB 2.5 kg = 20 ml

e. Dosis untuk kelinci = 500 mg x 0,07 = 35 m

f. Dosis untuk kelinci dengan perkiraan BB tertinggi 2,5 kg

Dosisnya = 2,5/1,5 x 35 mg

= 58,33 mg/2,5 kgBB/20 mL

= 2,92 mg/mL

g. Serbuk paracetamol yang dibutuhkan untuk membuat suspensi paracetamol 100 mL

Serbuk yang dibutuhkan = 2,92 mg / 100 mL

= 292 mg/100 mL

= 0,292 g/mL

= 0,29 % (b/v) ---- 292 mg ----- 0,29 % (b/v)

h. Berat 10 tablet paracetamol = 5,561 g ---------- 5561 mg

i. Berat rata-rata per tablet = 0,561 g ----------- 561 mg

j. Serbuk paracetamol yang ditimbang untuk pembuatan suspensi paracetamol 100 mL

Serbuk yang ditimbang = Berat yang dibutuhkan/Berat Etiket PCT x Berat rata-rata tablet

= 292mg/500mg x 561 mg

= 327,624 mg


2. Penimbangan Na. CMC 1%

1/100 = 1 gram


LAmpiran 4





Lampiran 3

Pengolahan Data dengan Uji Anova

Tabel 2. Interval Kenaikkan dan Penurunan Suhu Demam Setelah Pemberian Air Kelapa Hijau Dan Parasetamol

Perlakuan

Frekuensi

Berat kelinci

Suhu normal

Suhu demam

Kenaikkan suhu (oC)

Suhu setelah perlakuan

Penurunan suhu (oC)


PCT

1

2

3

1,5

1,5

1,8

37,0C

38,0C

38,0C

41,0C

40,0C

40,0C

3,0C

2,0C

2,0C

37,0C

37,0C

36,0C

4,0C

3,0C

4,0C


Rata-rata

1,6

37,7C

39,7C

2,3C

36,7C

3,7C


Air Kelapa 10%

1

2

3

1,7

1,4

1,3

37,C

37,0C

37,0C

40,0C

40,0C

39,0C

3,0C

3,0C

2,0C

37,0C

38,0C

37,0C

3,0C

2,0C

2,0C


Rata-rata

1,5

37,C

39,7C

2,7C

37,3C

2,3C


Air Kelapa 50%

1

2

3

1,5

1,5

1,4

37,0C

37,0C

37,0C

40,0C

39,0C

39,0C

3,0C

2,0C

2,0C

36,0C

37,0C

37,0C

4,0C

4,0C

4,0C


Rata-rata

1,5

37,0C

40,7C

2,3C

36,7C

4,0C


Air Kelapa 100%

1

2

3

1,4

1,5

1,7

37,0C

38,0C

37,0C

39,0C

40,0C

40,0C

2,0C

2,0C

3,0C

37,0C

36,0C

37,0C

3,0C

4,0C

4,0C


Rata-rata

1,5

37,3C

40,3C

2,3C

36,7C

3,7C



Lampiran 5





Tabel 3. Rata-rata Penurunan Suhu Demam Kelinci Setelah Pemberian Air Kelapa dan Suspensi Parasetamol

N

Air Kelapa Hijau

Suspensi Parasetamol

Total Kelompok

100%

50%

10%



1

2

3

3,0C

4,0C

4,0C

4,0C

4,0C

4,0C

3,0C

2,0C

2,0C

4,0C

3,0C

4,0C

14,0C

13,0C

14,0C

Z

11,0C

12,0C

7,0C

11,0C

41,0C

X

3,7C

4,0C

2,3C

3,7C

3,4C

Keterangan :

N = Kelompok Perlakuan

Z = Jumlah Penurunan Suhu

X= Suhu rata-rata perlakuan

Derajat Bebas :1

Db Total = Total banyaknya pengamatan – 1 = 12 -1 = 11

Db Perlakuan = Banyaknya perlakuan – 1 = 4 – 1 = 3

Db Kelompok = Banyaknya Kelompok -1 = 3 - 1 = 2

Db Galat = db Total – db perlakuan – db Kelompok

= 11 – 3 - 2 = 6



Lamiran 6




Faktor Koreksi

FK = (Y)2/r.t = (41)2/3.4 =140,08

Jumlah Kuadrat

JKT = Imam Bocah Wetan

= (4,0)2 + (4,0)2 + ......+ (4,5)2140,08

= 147140,08 = 6,92

JKP = Imam Bocah Wetan

= (12,0)2+(11,0)2+(7,0)2+(11,0)2 : 3 - 140,08 = 4,92


JK K = Imam Bocah Wetan - FK


= (14,0)2+(13,0)2+(14,0)2 : 4 - 140,08 =0,17

JKG = JKT – JKK - JKP

= 6,92 0,17 4,92

= 1,83

Kuadrat Tengah

KTK = JKK/r-1 = 0,17/2 = 0,085

KTP = JKP/t-1= 4,92/3 = 1,64

KTG = JKG/(r-1)(t-1) =1,83/6 = 0,305



Lampiran 7





F hitung

F hitung = KTP/KTG=1,64/0,37=5,37


TABEL ANOVA

SUMBER KERAGAMAN

DB

JK

KT

F.HITUNG

F.TABEL

0.05

0.01

Kelompok

2

0,17

0,085




Perlakuan

3

4,92

1,64

5,37

4,76

9,78

Galat

6

1,83

0,305




Total

11

6,92





Keterangan : F tabel ( 3,6 ) 5% = 4,76 < 5,37

Diperoleh F hitung lebih besar dari F tabel berarti nonsignifikan, yang artinya tidak ada beda nyata diantara ke-4 perlakuan.

Keterangan :

DB : Derajat bebas

JK : Jumlah Kuadrat

FT : F Total

KT : Kuadrat Tengah

FH : F hitung


Lampiran 8







Lampiran 4

Pengolahan Data dengan Uji BNT

Untuk mengetahui yang paling berpengaruh di antara ke-4 perlakuan tersebut maka digariskan uji Beda Nyata Terkecil (BNT), karena replikasi sama maka digunakan rumus :

Uji BNT ------ t α x akar dua e per n

Uji BNT à----- t 0,05 xakar dua e per n

Dengan menggunakan daftar distribusi pada DB 4 dan

0,05 diperoleh t = 4,76

0,01 diperoleh t = 9,78

Uji BNT adalah :

1. 4,76 x akar dua kali JKG Per tiga= 5,807

2. 9,78 x akar dua kali JKG Per tiga = 11,932

3. 5,807+11,932 : 5 = 4,435

Keterangan : Karena t hitung (4,435) lebih besar dari t tabel (1,796) maka hipotesis diterima dengan kata lain, pemberian air kelapa hijau mempunyai efek antipiretik terhadap hewan uji kelinci.


Lampiran 9




Rata-rata perlakuan

A1 = 3,7 A2 = 4,0 A3 = 2,3 A4 = 3,7

Keterangan :

Ns : Non signifikan berarti tidak ada perbedaan efek

S : Signifikan ada pebedaan efek

DB : Derajat bebas

n : Replikasi

α : Taraf signifikan

X : Jumlah total

x : Rata-rata

E : Error (sisa)

A1 : Air kelapa 100 %

A2 : Air kelapa 50%

A3 : Air kelapa 10%

A4 : Suspensi parasetamol.

Urutan menurut besar

I II III IV

2,3 3,7 3,7 4,0

I. Lawan IV .................................................. 1,7 signifikan

II. Lawan IV .................................................. 0,3 signifikan

III. Lawan IV .................................................. 0,3 signifikan

I. Lawan III .................................................. 1,4 signifikan

II. Lawan III .................................................. 0 non signifikan

I. Lawan II .................................................... 1,4 signifikan

Keterangan :

I. Air Kelapa Hijau 10%

II. Suspensi Parasetamol

III. Air Kelapa Hijau 100%

IV. Air Kelapa Hijau 50%


Lampiarn 10




















Imam Bocah Wetan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar